Blog

  • Atasi Debu Vulkanik Anak Krakatau, Polda Metro Semprot Air di Jalanan

    Atasi Debu Vulkanik Anak Krakatau, Polda Metro Semprot Air di Jalanan


    Jakarta – Abu Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan unit water cannon untuk menyemprot jalanan.
    Penyemprotan dilakukan untuk membasahi sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, pada Minggu (6/9/2026). Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan mulai dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI.

    Sementara Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Personel Batalyon C juga disebar untuk menyemprot Jl RE Martadinata dan Jl Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

    Unit taktik Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Personel juga menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar warga tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik.

    “Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

    Brimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu.

  • Atasi Debu Vulkanik Anak Krakatau, Polda Metro Semprot Air di Jalanan

    Atasi Debu Vulkanik Anak Krakatau, Polda Metro Semprot Air di Jalanan


    Jakarta – Abu Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan unit water cannon untuk menyemprot jalanan.
    Penyemprotan dilakukan untuk membasahi sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, pada Minggu (6/9/2026). Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan mulai dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI.

    Sementara Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Personel Batalyon C juga disebar untuk menyemprot Jl RE Martadinata dan Jl Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

    Unit taktik Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Personel juga menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar warga tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik.

    “Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

    Brimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu.

  • Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Untuk Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau

    Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Untuk Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau


    Jakarta – Abu Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan unit water cannon untuk menyemprot jalanan.
    Penyemprotan dilakukan untuk membasahi sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, pada Minggu (6/9/2026). Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan mulai dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI.

    Sementara Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Personel Batalyon C juga disebar untuk menyemprot Jl RE Martadinata dan Jl Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

    Unit taktik Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Personel juga menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar warga tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik.

    “Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

    Brimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu.

  • Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau

    Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau


    Jakarta – Abu Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan unit water cannon untuk menyemprot jalanan.
    Penyemprotan dilakukan untuk membasahi sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, pada Minggu (6/9/2026). Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan mulai dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI.

    Sementara Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Personel Batalyon C juga disebar untuk menyemprot Jl RE Martadinata dan Jl Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

    Unit taktik Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Personel juga menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar warga tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik.

    “Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

    Brimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu.

  • Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau

    Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau


    Jakarta – Abu Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan unit water cannon untuk menyemprot jalanan.
    Penyemprotan dilakukan untuk membasahi sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, pada Minggu (6/9/2026). Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan mulai dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI.

    Sementara Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Personel Batalyon C juga disebar untuk menyemprot Jl RE Martadinata dan Jl Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

    Unit taktik Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Personel juga menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar warga tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik.

    “Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

    Brimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu.

  • Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau

    Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau


    Jakarta – Abu Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan unit water cannon untuk menyemprot jalanan.
    Penyemprotan dilakukan untuk membasahi sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, pada Minggu (6/9/2026). Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan mulai dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI.

    Sementara Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Personel Batalyon C juga disebar untuk menyemprot Jl RE Martadinata dan Jl Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

    Unit taktik Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Personel juga menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar warga tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik.

    “Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

    Brimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu.

  • Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau

    Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau


    Jakarta – Abu Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan unit water cannon untuk menyemprot jalanan.
    Penyemprotan dilakukan untuk membasahi sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, pada Minggu (6/9/2026). Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan mulai dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI.

    Sementara Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Personel Batalyon C juga disebar untuk menyemprot Jl RE Martadinata dan Jl Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

    Unit taktik Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Personel juga menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar warga tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik.

    “Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

    Brimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu.

  • Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau

    Water Cannon Polda Metro Jaya Semprot Jalanan Kurangi Sebaran Abu Anak Krakatau


    Jakarta – Abu Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan unit water cannon untuk menyemprot jalanan.
    Penyemprotan dilakukan untuk membasahi sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi, pada Minggu (6/9/2026). Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan mulai dari kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI.

    Sementara Batalyon B menangani jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Personel Batalyon C juga disebar untuk menyemprot Jl RE Martadinata dan Jl Pondok Cabe Raya di Tangerang Selatan, sedangkan Batalyon D menangani Jl Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

    Unit taktik Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter air digunakan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Personel juga menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar warga tetap tenang, menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat untuk membantu mengurangi dampak sebaran material vulkanik.

    “Kami mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk melakukan penanganan di sejumlah ruas jalan. Selain penyemprotan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker, menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah,” ujar Henik.

    Brimob Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan saat melintasi jalan yang terdampak abu.

  • Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata Untuk Warga

    Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata Untuk Warga

    Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata

    PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen mendukung program prioritas nasional melalui berbagai capaian nyata di bidang ketahanan pangan, kesejahteraan sosial, pelayanan publik, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

     

    Komitmen tersebut dipaparkan dalam kegiatan Visitasi Penilaian Tahap II Kompolnas Awards Tahun 2026 yang berlangsung di Markas Polda Sumatera Selatan, Kota Palembang, Kamis, 3 September 2026. Polda Sumsel menjadi salah satu dari lima nominator kategori Polda terbaik tingkat nasional dalam ajang tersebut.

     

    Kegiatan visitasi dipimpin langsung oleh Komisioner Kompolnas RI Gufron, S.H.I., M.Hub.Int., serta dihadiri Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Wahyu Widada, M.Phil.

     

    Visitasi ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk mencocokkan data capaian yang disampaikan dengan kondisi dan implementasi di lapangan, sekaligus memastikan berbagai inovasi pelayanan kepolisian berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

     

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel terus mengimplementasikan agenda prioritas Presiden Republik Indonesia melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

     

    Salah satu capaian strategis ditunjukkan melalui program dukungan ketahanan pangan. Polda Sumsel mencatat realisasi lahan tanam jagung mencapai 28.394,16 hektare dengan hasil produksi sebanyak 116.591,92 ton.

     

    Di bidang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial, jajaran Polda Sumsel juga telah melaksanakan 139 program bedah rumah, membangun 87 fasilitas sumur bor, menyalurkan 141.000 paket kebutuhan pokok, serta mendirikan 81 Jembatan Merah Putih.

     

    Berbagai program tersebut menjadi bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial di wilayah Sumatera Selatan. Kehadiran kepolisian diarahkan agar tidak berhenti pada pelaksanaan tugas keamanan, tetapi turut memberikan solusi terhadap persoalan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat.

     

    Pada sektor pelayanan publik, optimalisasi Command Center dan layanan Polisi 110 terus diperkuat untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, responsif, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat. Penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel membangun pelayanan kepolisian yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

     

    “Penghargaan yang paling tinggi adalah ketika kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman, keadilan, kemudahan, dan manfaat bagi masyarakat. Sering saya tekankan kepada jajaran Polda Sumsel bahwa juragan kita adalah masyarakat,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Polri tidak semata-mata dilihat dari capaian institusional, tetapi dari sejauh mana setiap program dan pelayanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan sinergi operasional dan kolaborasi lintas sektoral terus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan berbagai program kepolisian.

     

    “Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas kamtibmas melalui pelayanan publik yang profesional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Menurutnya, penguatan kolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai instansi terkait terus dilakukan melalui konsep “Super Team”. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap program dapat dilaksanakan secara lebih terpadu dan memberikan dampak yang lebih luas.

     

    Polda Sumsel memandang Kompolnas Awards bukan semata-mata sebagai ajang penghargaan, tetapi sebagai momentum untuk mengukur konsistensi transformasi pelayanan kepolisian dan memastikan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

     

    Melalui penguatan ketahanan pangan, pelayanan publik, kesejahteraan sosial, serta stabilitas kamtibmas, Polda Sumsel terus berupaya menghadirkan Polri yang Presisi, profesional dan semakin dekat dengan masyarakat.

     

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Polda Sumsel dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan menjadikan keamanan, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pembangunan.

  • Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata

    Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata

    Masuk 5 Besar Nominator Kompolnas Awards 2026, Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Nyata

    PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen mendukung program prioritas nasional melalui berbagai capaian nyata di bidang ketahanan pangan, kesejahteraan sosial, pelayanan publik, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

     

    Komitmen tersebut dipaparkan dalam kegiatan Visitasi Penilaian Tahap II Kompolnas Awards Tahun 2026 yang berlangsung di Markas Polda Sumatera Selatan, Kota Palembang, Kamis, 3 September 2026. Polda Sumsel menjadi salah satu dari lima nominator kategori Polda terbaik tingkat nasional dalam ajang tersebut.

     

    Kegiatan visitasi dipimpin langsung oleh Komisioner Kompolnas RI Gufron, S.H.I., M.Hub.Int., serta dihadiri Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Wahyu Widada, M.Phil.

     

    Visitasi ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk mencocokkan data capaian yang disampaikan dengan kondisi dan implementasi di lapangan, sekaligus memastikan berbagai inovasi pelayanan kepolisian berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

     

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel terus mengimplementasikan agenda prioritas Presiden Republik Indonesia melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

     

    Salah satu capaian strategis ditunjukkan melalui program dukungan ketahanan pangan. Polda Sumsel mencatat realisasi lahan tanam jagung mencapai 28.394,16 hektare dengan hasil produksi sebanyak 116.591,92 ton.

     

    Di bidang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial, jajaran Polda Sumsel juga telah melaksanakan 139 program bedah rumah, membangun 87 fasilitas sumur bor, menyalurkan 141.000 paket kebutuhan pokok, serta mendirikan 81 Jembatan Merah Putih.

     

    Berbagai program tersebut menjadi bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial di wilayah Sumatera Selatan. Kehadiran kepolisian diarahkan agar tidak berhenti pada pelaksanaan tugas keamanan, tetapi turut memberikan solusi terhadap persoalan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat.

     

    Pada sektor pelayanan publik, optimalisasi Command Center dan layanan Polisi 110 terus diperkuat untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, responsif, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat. Penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel membangun pelayanan kepolisian yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

     

    “Penghargaan yang paling tinggi adalah ketika kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman, keadilan, kemudahan, dan manfaat bagi masyarakat. Sering saya tekankan kepada jajaran Polda Sumsel bahwa juragan kita adalah masyarakat,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

     

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Polri tidak semata-mata dilihat dari capaian institusional, tetapi dari sejauh mana setiap program dan pelayanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

     

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan sinergi operasional dan kolaborasi lintas sektoral terus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan berbagai program kepolisian.

     

    “Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas kamtibmas melalui pelayanan publik yang profesional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Menurutnya, penguatan kolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai instansi terkait terus dilakukan melalui konsep “Super Team”. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap program dapat dilaksanakan secara lebih terpadu dan memberikan dampak yang lebih luas.

     

    Polda Sumsel memandang Kompolnas Awards bukan semata-mata sebagai ajang penghargaan, tetapi sebagai momentum untuk mengukur konsistensi transformasi pelayanan kepolisian dan memastikan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

     

    Melalui penguatan ketahanan pangan, pelayanan publik, kesejahteraan sosial, serta stabilitas kamtibmas, Polda Sumsel terus berupaya menghadirkan Polri yang Presisi, profesional dan semakin dekat dengan masyarakat.

     

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Polda Sumsel dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan menjadikan keamanan, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pembangunan.